Macam Macam Minyak Zaitun dan Manfaatnya

Siapa yang tidak tahu minyak zaitun? Ada berbagai jenis minyak zaitun, lho. Apa saja jenis minyak zaitun? Apa perbedaan antara satu jenis minyak zaitun dan lainnya? Nah, artikel ini akan mengulas tentang macam macam minyak zaitun dan manfaatnya.

Macam Macam Minyak Zaitun

Apa Itu Minyak Zaitun?

Minyak zaitun adalah minyak yang diperoleh melalui proses ekstraksi buah dari tanaman zaitun (Olea europaea), tanaman yang banyak ditemukan di daratan Mediterania dan Timur Tengah.

Ekstraksi berlangsung dengan teknik sentrifugasi atau dengan mesin press. Hasilnya terciptalah berbagai jenis minyak zaitun diproduksi, seperti minyak zaitun murni, minyak zaitun extra virgin, minyak zaitun murni, dan minyak zaitun ringan.

Setiap jenis minyak zaitun diproses secara berbeda. Namun secara fungsional, jenis minyak zaitun relatif sama, yaitu sebagai bumbu masakan dan sebagai sumber vitamin dan nutrisi yang baik untuk tubuh.

Macam Macam Minyak Zaitun dan Kegunaannya

Minyak zaitun dibagi menjadi beberapa jenis tergantung dari metode atau cara pengolahannya. Berikut jenis-jenis minyak zaitun dan kegunaannya yang perlu Anda ketahui.

1. Minyak Zaitun Asli ( Pure Olive Oil )

Jenis minyak zaitun pertama yang dibahas adalah minyak zaitun murni atau pure olive oil. Minyak zaitun kuning keemasan ini diperoleh dari proses pemurnian dan lebih ekonomis dibandingkan jenis minyak zaitun lainnya.

Namun, nilai gizi minyak zaitun asli relatif rendah dibandingkan dengan jenis minyak zaitun lainnya. Kegunaan atau manfaat minyak zaitun murni adalah sebagai bumbu masakan atau penambah rasa dalam masakan.

2. Virgin olive oil

Sementara itu, virgin olive oil adalah minyak zaitun yang diproses dengan teknik cold pressing. Virgin Olive Oil memiliki kandungan asam yang relatif tinggi dan dapat dikonsumsi langsung atau digunakan sebagai saus salad atau steak.

3. Extra Virgin Olive Oil

Selain virgin olive oil, ada juga extra virgin olive oil. Sama seperti “saudaranya”, minyak zaitun ini juga diproduksi dengan proses cold pressing. Namun, tidak ada bahan kimia yang terlibat dalam proses ekstraksi, dan zaitun tidak melalui fase pemanasan seperti minyak zaitun murni.

Extra virgin olive oil dijual dengan harga yang relatif mahal. Ini karena buah zaitun yang digunakan untuk membuat extra virgin olive oil memiliki kualitas terbaik. Selain itu, kandungan vitamin dan nutrisi dalam minyak kehijauan ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan minyak zaitun lainnya.

Extra virgin olive oil memiliki keasaman hanya 0,8 persen, sehingga tidak cocok untuk digoreng atau dibakar. Sebagai gantinya, Anda bisa memanfaatkan minyak ini dengan meminumnya langsung atau mencampurnya ke dalam hidangan seperti salad, pizza, atau steak.

4. Pomace Olive Oil

Nah jika minyak zaitun jenis pomace ini dibuat atau dibuat dari ampas (residu) minyak zaitun yang diekstrak. Jadi ketika buah zaitun diekstraksi dan menghasilkan minyak zaitun, ampas yang tersisa bisa menghasilkan varian minyak zaitun yang lain, yaitu pomace.

Minyak zaitun pomace ini kemudian diproses dengan mencampurkan sejumlah bahan kimia dan kemudian ditambahkan minyak zaitun murni untuk meningkatkan rasa. Pomace sering digunakan sebagai bahan kosmetik seperti sabun, sampo, dan lain-lain.

5. Light Olive Oil

Light olive oil adalah varian minyak zaitun yang berasal dari proses pemurnian ekstrak minyak zaitun berkualitas rendah. Hal ini menciptakan produk minyak zaitun dengan aroma yang lembut dan tidak kuat. Karena itulah, minyak zaitun jenis ini memiliki label “ringan”.

Warna bening minyak zaitun muda disebabkan oleh kandungan ekstrak zaitun yang rendah. Minyak ini cocok untuk menggoreng atau memanggang makanan. Harga light olive oil juga relatif murah.

6. Extra Light Olive Oil

Diatas Light Olive Oil ada Extra Light Olive Oil, yaitu jenis minyak zaitun yang kandungan ekstrak buah zaitunnya lebih sedikit. Minyak ini bekerja sangat baik sebagai pengganti minyak sayur karena lebih sehat.

Anda dapat menggunakan extra light olive oil untuk menggoreng (termasuk menggoreng atau menggoreng dengan banyak minyak), memanggang, dan memanggang pada suhu 220 derajat Celcius.

7. Classico Olive Oil

Classico olive oil memiliki warna kekuningan cenderung pekat. Minyak zaitun ini punya rasa yang lembut, pun netral sehingga akan cocok dikonsumsi oleh mereka yang tengah berdiet menurunkan berat badan.

Minyak zaitun classico dapat digunakan untuk kegiatan memasak, seperti menggoreng, memanggang, dan menumis dalam suhu maksimal 200 derajat celcius.

8. Refined Olive Oil

Refined olive oil dihasilkan dari ekstraksi buah zaitun perasan pertama. Proses tersebut rupanya masih menghasilkan minyak dengan kualitas rendah.

Sehingga produsen perlu menambahkan zat kimia dan minyak zaitun asli atau murni guna meningkatkan kualitas minyak tersebut. Setelah selesai, terciptalah produk minyak zaitun yang disebut refined olive oil ini.

Baca juga : Cara Membuat VCO Tanpa Pemanasan

Manfaat Minyak Zaitun Selain Bumbu Memasak

Macam MAcam Minyak Zaitun

Minyak Zaitun dikatakan lebih sehat daripada minyak sawit. Hal ini dikarenakan adanya sejumlah nutrisi seperti omega 9 yang kadarnya mencapai 80 persen.

Selain itu, minyak zaitun juga diperkaya dengan asam lemak tak jenuh yang disebut mono-unsaturated fatty acid (MUFA), yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), sehingga efektif dalam meminimalkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Kandungan zat omega-6 (asam linoleat) berupa asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) juga harus menghaluskan dinding sel dan kulit tubuh.

Manfaat minyak zaitun secara umum antara lain:

  • Merawat fungsi jantung
  • Menurunkan berat badan
  • Menurunkan kolesterol jahat (LDL)
  • Mengatasi nyeri sendi
  • Mencegah stroke
  • Detoksifikasi
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Meningkatkan produksi ASI
  • Mencegah kanker
  • Menjaga fungsi otak

Nah, itulah macam macam minyak zaitun dan manfaatnya. Dan kalian bisa menggunakan mesin vco untuk membuat minyak kelapa. Untuk mesin yang lain kalian bisa mengunjungi rumahmesin. Semoga membantu yaa !

Leave a Reply